Babelankotakita.com - CILINCING : Puluhan penari seni betawi yang tergabung dalam Sanggar Marunda Bang Pitung, diduga dianak tirikan oleh pemerintah setempat.

Seperti halnya yang diutarakan Bang Sukara (30), Pengurus Sanggar Marunda, menurutnya, anak didiknya berlatih setiap hari Sabtu dan Minggu di halaman rumah bang pitung. Tetapi anehnya kesenian tradisional betawi tidak mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintahan Kelurahan Marunda, maupun pemerintahan Kecamatan Cilincing.

"Setiap satu minggu sekali kami berlatih dua kali di halaman rumah bang pitung, tetapi sangat kami sayangkan, sanggar tari kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, "ujarnya saat ditemui babelankotakita.com di halaman rumah bang pitung Selasa (21/7).

Lantaran hal tersebut, ketika latihan kami mengumpulkan uang secara swadaya yang diambil dari teman-teman sanggar, dan tidak jarang untuk sekedar makan dan minum, kami mengutip uang dari pengunjung yang datang di rumah bang pitung.

"Ketika latihan, kami mengumpulkan duit secara swadaya, dan kami terpaksa hibur pengunjung yang datang ke rumah bang pitung, dan sangat terpaksa kami mengamen disini, "terangnya.

Menurutnya, setiap ada pentas seni betawi, kami tidak pernah diikut sertakan oleh pemerintah setempat, malah mereka sengaja panggil kesenian betawi dari luar Jakarta Utara.

"Kami pengen diperhatiin ama pemerintah, jangan dibiarin. Kita engga mao jadi penonton dikampung kita sendiri, "ungkapnya.(red)


0 komentar:

Posting Komentar

 
Atas