banner atas

Spanduk-HUT-RI-Transparan-600x127

AROMA MISTIS WARNAI PILKADES BABELAN KOTA

babelankotakita.com-Sajak dahulu setiap ajang Pemilihan Kepala Dasa (Pilkades) tidak lepas dari aroma mistis. Cara tersebut dianggap paling efektif untuk memenangkan pemilihan. Dengan cara mistis mereka mengirim ilmu sihir untuk mematikan aura lawannya.

Tak jarang ada calon yang menggunakan ilmu hitam untuk 'Menyantet' pesaingnya. Memangku jabatan Kepala Desa (Kades) memang begitu prestisius bagi penduduknya. Sekalipun gaji yang didapat hanya beberapa tanah bengkok yang letaknya dibatas desa.

Namun, dengan pamor kekuasaan inilah yang banyak diidamkan warga desa, terutama para tokohnya. Setiap ajang pilkades, para pemuka desa akan bersaing untuk menduduki jabatan bergengsi di desanya. Sekalipun mereka berhadapan dengan calon lain yang masih ada hubungan dengan famili. Kerasnya persaiangan segala cara pun ditempuh intuk meraih jabatan tersebut. Walaupun harus menggunakan cara mistis dan gaib.

Biasanya, karena salah satu calon ada yang pergi ketempat dukun atau orang pintar calon yang lain pun juga melakukan hal serupa. Alasannya, untuk menjaga diri dari serangan gaib yang mungkin dilakukan oleh pesaingnya tersebut.

Tak heran, sebulan sebelum hari pemilihan, rumah-rumah calon dijaga siang dan malam oleh warga pendukungnya. Bukan itu saja rumah calon juga diberi pagar gaib oleh orang pintar yang dimintai pertolongan. Misalnya  di Kecamatan Babelan dua Desanya yang sedang melaksanakan Pilkades tahun ini.

Konon, bila waktu pilkades tiba, para calon jauh-jauh hari sudah mendatangi dukun, orang pintar, atau tempat-tempat wingit dan keramat. Bukan itu saja para 'Bagong' sebutan tim sukses kepala desa, beramai-ramai berjaga dirumah calon.

Sementara sebagian lainnya bergerliya membujuk warga untuk memilih calon mereka. ''Para Bagong sudah mulai bergerak sebulan sebelum hari pencoblosan, umumnya mereka leklekan (Bergadang) dirumah calon yang didukung untuk berjaga-jaga," kata Wan (70), tokoh warga Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan saat berbincang dengan babelankotakita.com, Rabu (4/3).

Selain itu, lanjut dia, para bagong ini  juga ada yang mengawasi jatuhnya pulung (wangsit). Pulung ini kabarnya berbentuk bola api semacam meteor yang jatuh dari langit. Bila di atap rumah kejatuhan pulung diyakini akan memenangkan piljades.

''Bila salah satu calon rumah dijatuhi pulung, katanya akan memenangkan pilkades," katanya.

Pulung tersebut hanya bisa dilihat pada malam hari sebelum pencoblosan, kata dia, untuk dapat melihat pulung tidak sembarangan. Sebab untuk dapat melihatnya, diwajibkan berwudhu dan membaca do'a khusus dari orang pintar.

Syarat lainnya, lanjut dia, orang tersebut tidak boleh ketahuan warga lain kalau sedang menunggu pulung. Untuk itu biasanya si penunggu pulung biasanya bersembunyui do semak-semak yang ada di bantaran sungai atau bukit.

Mitosnya, sambil menunggu mereka tidak boleh makan, minum, merokok alias berpuasa, prilaku tersebut. Menurut Kasim (55), menjadi pemandangan tersendiri diwilayahnya setiap ada ajang pilkades. Hingga sekarang budaya seperti ini masih berjalan.

Kasim juga berkisah, dalam setiap pilkades di desanya selalu diwarnai kejadian aneh. Misalnya munculnya makhluk gaib dirumah salah satu calon. Bahkan pernah kejadian seorang calon yang memenangkan pemilihan meninggal dunia beberapa hari setelah dilantik menjadi Kades.(red)