banner atas

Spanduk-HUT-RI-Transparan-600x127

ALAT DETEKTOR BORAKS KARYA SISWA MTs. ATTAQWA 03 BABELAN

Maraknya penggunaan boraks dan formalin pada makan dan rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat akan bahaya bahan-bahan tersebut jika dikonsumsi tubuh telah mendorong Aulia Satria (14) dan teman-temannya yang tergabung dalam ekskul Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MTs. Attaqwa 03 Babelan, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, menciptakan alat detektor kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan memanfaatkan kandungan zat antosianin yang banyak terdapat pada buah dan sayuran.


Aulia Satria menerangkan cara dan langkah dalam mendeteksi boraks dengan alat detektor, kata dia, pertama yang dilakukan adalah membuat ekstrak buah atau sayuran yang mengandung zat antosianin, agar bertahan lama dan mudah digunakan.

Lanjut dia, para siswa menyelupkan kertas atau tusuk gigi kedalam ekstrak buah dan sayuran tersebut, kertas dan tusuk gigi tersebut kemudian dikeringkan, selanjutnya dijadikan alat detektor kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan cara ditempelkan.

"Kertas atau tusuk gigi yang sudah mengandung zat antosianin, ditempelkan pada makanan atau bahan makanan seperti ikan dan lainnya. Jika bahan makan tersebut mengandung boraks atau formalin maka kertas atau tusuk gigi tersebut akan berubah warnanya menjadi kemerahan," paparnya

"Kami prihatin melihat banyaknya bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin, kenyataan itulah yang telah mendorong kami untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat," ujar Aulia saat berbincang dengan Gobekasi, Selasa (2/3).

Hal senada pun diungkapkan Penanggungjawab ekskul KIR Dahli Ahmad. Para siswa kami telah melakukan serangkaian uji coba menggunakan beberapa buah atau sayuran dan memilih beberapa media yang dapat dijadikan alat detector agar lebih praktis dalam penggunaannya.

"Kami meminta semua siswa agar memiliki project secara berkelompok yang tidak hanya untuk mengejar nilai semata, tapi lebih kepada bagaimana temuan-temuannya bermanfaat bagi masyarakat luas," tuturnya
Selain itu, kata dia, kegiatan siswa tidak berhenti pada kegiatan ujicoba dan membuat laporan, tetapi harus mencakup kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. (gun)