polsek babelan

INFO

Pekerja Sulit Berobat Akibat Perubahan Aturan BPJS

Sejak awal Maret 2017, mekanisme perpindahan status kepesertaan BPJS Kesehatan PPU (Pekerja Penerima Upah) ke peserta mandiri atau PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) berubah.

Di mana, perpindahan yang sebelumya bisa di tempuh dalam waktu satu hari bisa langsung aktif, sekarang sudah tidak bisa lagi. Karena harus menunggu masa aktivasi selama 14 hari.

Perubahan Aturan BPJS Membuat Pekerja Sulit Berobat
Sukisno (49) 

Hal itu dikatakan Sentot, warga Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia. Ia mendapatkan informasi tersebut dari pihak BPJS saat ia akan mengurus pengobatan saudara iparnya Sukisno (49) menggunakan kartu BPJS.

Sukisno merupakan mantan seorang karyawan perusahaan, pemegang kartu BPJS Kesehatan. Saat ini, kartu tersebut statusnya tidak aktif dan tak bisa digunakan Sukisno untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Menurut Sentot, sudah 3 tahun lebih semenjak Sukisno berhenti bekerja, kartu BPJS Kesehatanya memang tidak pernah dipergunakan. Minimya informasi jadi salahsatu faktor kartu BPJS Kesehatan Sukisno tidak aktif.

"Saya baru tahu ini. Enggak pernah ada sosialisasi juga," kata Sentot.

Dalam keadaan sebagian tubuhnya yang membengkak Sukisno berharap adanya kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia berharap dapat segera mendapatkan pengobatan dari penyakit yang sedang  dideritanya.

Sebagai keluarga dan juga pekerja, Sentot berharap adanya sosialisasi terkait prosedur pelayanan ataupun aturan-aturan yang baru sebelum diberlakukan. Sehingga masyarakat umum, terutama pemegang kartu, bisa mengetahui dan mendapat kemudahan pelayanan kesehatan.

Setelah dilakukan konfirmasi, pihak BPJS Cabang Cikarang membenarkan perubahan aturan tersebut. Di mana, perubahan status PPU ke mandiri, bagi yang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bisa lebih dari 30 hari dan masa aktivasi 14 hari. Namun bagi yang bukan PHK, bisa kurang dari 30 hari dan bisa langsung aktif.

(Kontributor: Tatan)

Tidak ada komentar